Selasa, 15 September 2015

TEKNISI PROFESIONAL PUNYA ETIKA

         Project 2 PRD ITB 2015

         Setiap teknisi yang profesional pasti memiliki kode etiknya masing-masing. Pada umumnya kode etik seorang teknisi profesional adalah melayani sesuai dengan bidang keahliannya untuk mencapai tujuan yang sah dengan mempertimbangkan kepentingan dari : diri sendiri, pemilik perusahaan, keprofesian, dan publik. Memiliki kode etik memungkinkan teknisi untuk menolak suatu keputusan atau tindakan yang diluar standard kerja yang seharusnya. Dengan kata lain teknisi tersebut tidak boleh memiliki kepentingan terselubung pula seperti nafsu pribadi, keserakahan, ideologi, agama hingga politik yang berpotensi mengesampingkan etika seorang teknisi yang profesional.

          B-2 Spirit merupakan sebuah bomber raksasa yang merupakan andalan dari Amerika. Pesawat yang sangat ganas dan berkekuatan siluman ini sangat dijaga rahasianya dan disebut-sebut sebagai lompatan besar tonggak modernisasi bomber AS. Pada 23 Februari 2008 pesawat ini jatuh di landasan setelah baru saja lepas landas dari Pangkalan Angkatan Udara Andersen di Guam yang merupakan kecelakaan pertama dari pesawat ini. Tim investigasi menyimpulkan terjadi kesalahan sistem data di komputer kendali. Ditaksir kerugian mencapai US $ 1,4 miliar. Syukurlah pilot selamat setelah sukses melontarkan diri sebelum insiden terjadi.

          Asumsikan saja saya adalah seorang kepala teknisi pengolahan sistem data di komputer kendali yang bertanggung jawab mengenai keberlangsungan pesawat B-2 dalam setiap operasinya mulai dari lepas landas hingga mendarat kembali. Kemudian saya bersama tim saya menyadari ada suatu keganjalan pada sistem pesawat tersebut beberapa menit sebelum pesawat seharusnya beroperasi. Yang mana keganjalan semacam itu biasanya dapat rampung selama berjam-jam bahkan bisa memakan dua sampai tiga hari untuk memastikan pesawat aman untuk diluncurkan. Dilain pihak atasan saya bersikeras untuk meluncurkan pesawat karena mungkin disebabkan faktor-faktor seperti takut mengecewakan Presiden atas keterlambatan peluncuran, adanya wartawan yang meliput sehingga takut sistemnya terbilang tidak maksimal, adanya sponsor yang takut kecewa akan keberlangsungan peluncuran pesawat tersebut,dll.

      Sebagai seorang teknisi profesional yang memegang teguh kode etik seharusnya tetap bersikeras mempertahankan keputusannya yang lebih mempertimbangkan segala aspek. Berikut adalah contoh matriks keputusan etika seorang teknisi profesional :

Kehendak/tindakan
Menaati keputusan/
perintah
Melapor pada atasan
Memutuskan hubungan kerja
Menulis argumen untuk dewan perwakilan
Mendatangkan wartawan
Norma-norma
Mengedepankan keselamatan, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat
Tidak
Iya
Tidak
Iya
Iya
Bekerja hanya di bidang keahlian saja
Tidak
Iya
Tidak
Tidak
Tidak
Menyampaikan pernyataan pada publik secara objektif dan terpercaya
Tidak
Iya
Mungkin
Iya
Mungkin
Berlaku sebagai agen terpercaya untuk tiap pekerja atau klien
Mungkin
Iya
Tidak
Tidak
Tidak
Menghindari tingkah menipu
Tidak
Iya
Tidak
Mungkin
Tidak
Melakukannya sendiri dengan terhormat
Tidak
Iya
Mungkin
Iya
Iya

Demikianlah etika yang mungkin saya ambil apabila saya adalah seorang kepala teknisi pengolahan sistem data di komputer kendali untuk pelucuran pesawat siluman B-2. Semoga bermanfaat dan membawa berkah bagi kita semua.  Segala kritik dan masukkan yang membangun dapat anda kirimkan melalui email muhung250696@gmail.com .

Referensi-referensi :
http://www.jejaktapak.com/2015/04/18/b-2-spirit-siluman-raksasa-pengusung-maut/
http://dennyja-world.com/2015/08/kecelakaan-pesawat-b-2-stealth-bomber-yang-mengakibatkan-kerugian-14-miliar-dolar-amerika-2/
Philip_Kosky,_Robert_T._Balmer,_William_D._Keat